Novrizal Kahar: Jika Masih Banyak Rumah Di RIau Tidak Ada Sanitasi Maka Ini Termasuk Orang Miskin

Novrizal Kahar: Jika Masih Banyak Rumah Di RIau Tidak Ada Sanitasi Maka Ini Termasuk Orang Miskin
Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin Novrizal Tahar kepada wartawan di Kantor BP Taskin Jakarta,. (Foto: RRI/Aditya Prabowo

KBRN, Jakarta: Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) memprioritaskan penyediaan sanitasi dasar sebagai strategi nasional pengentasan kemiskinan. Pasalnya, sanitasi dasar merupakan infrastruktur yang menyangkut martabat dan kesehatan masyarakat Indonesia. 

Ini diungkapkan Novrizal Kahar pada awak Media Riaupdate Yendri Rusli.

"Jika masih banyak rumah di Riau tidak ada sanitasi atau WC nya masih di tanah, maka ini termasuk keluarga miskin yang perlu sekali kita lakukan akses percepatan pengentasan kemiskinan", terang Novrizal Kahar lewat telepon. 

Sebagai diketahui Novrizal Kahar sering kali ke Pekanbaru karena Orang Tua nya tinggal di Pekanbaru.

Sementara itu dari berita Media online RRI.co.id di Jakarta sangat jelas Novrizal Kahar menerangkan hal ini.

“Hal tersebut masih menjadi persoalan serius setelah di kota-kota besar termasuk Jakarta yang masih banyak ditemui rumah tngga yang belum memiliki sanitasi dasar. Seperti tempat untuk mandi, mencuci, dan buang air besar memadai,” kata Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin Novrizal Tahar kepada wartawan di Kantor BP Taskin Jakarta, 

Novrizal Tahar mendorong pendekatan berbasis lingkungan hidup dan teknologi dalam program pengentasan kemiskinan. Sebagaimana tercantum dalam RPJMN target pemerintah menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026.

"Prinsipnya kolaborasi karena Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini kan adalah lembaga baru, yang dibentuk di era Presiden Prabowo Subianto. Meskipun baru, ini menunjukkan komitmen Presiden untuk mengentaskan persoalan kemiskinan di Indonesia," ucap Novrizal.

Sementara, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko mengatakan mendorong penerapan investasi hijau atau green investment. Ini salah satu sebagai pendekatan strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.

“Selama ini, isu lingkungan sering terpinggirkan dalam agenda pengentasan kemiskinan. Padahal, green economy bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan struktural, krisis ekonomi, hingga kerusakan lingkungan,” kata Budiman Sudjatmiko.

(RRI.co.id)